Karakteristik Ziyadah Waw dalam Ilmu Rasm Mushaf dan Imla’

 

Karakteristik Ziyadah Waw dalam Ilmu Rasm Mushaf dan Imla’

Muhammad imam Ghozali mamonto

ghozali.mamonto10@gmail .com

 

abstract

This article aims to explain the concept of the characteristics of ziyadah waw in the science of Rasm Mushaf and Imla '. Data collection is done by taking from journals, books, and verses of the al-quran. The conclusion that can be drawn from this paper according to the author is rasm is a science that studies the rules of Arabic writing in general according to official regulations.

 

abstrak

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan konsep karakteristik ziyadah waw dalam ilmu rasm mushaf dan imla’. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengambil dari jurnal, buku, dan ayat al-qur’an. Kesimpulan yang bisa ditarik dari tulisan ini menurut penulis adalah rasm adalah ilmu yang mempelajari kaidah-kaidah menulis Arab secara umum menurut aturan yang resmi.

 

Kata kunci: Ziyadah, Rasm, Imla’

 

A. Pendahuluan

Ilmu Rasm (الرسم)

          Rasm berasal dari kata رَسَمَ – يَرْسُمُ - رَسْمًا artinya menggambar atau melukis. Kata rasm ini juga biasa diartikan sebagai sesuatu yang resmi atau menurut aturan.[1] Dengan demikian, rasm adalah ilmu yang mempelajari kaidah-kaidah menulis Arab secara umum menurut aturan yang resmi.

            Istilah rasm usmani lahir bersama dengan lahirnya mushaf usman. Mushaf yang ditulis oleh panitia empat yang terdiri dari Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Zubair, Said bin Ash, dan Abdurrahman bin Harits. Sejak itu, tertancap sebuah patok besar yang bernama kaidah rasm usmani, yang kemudian menyebar ke berbagai pelosok dunia islam.[2]

            Sebelum tahun 1984, Al-Qur’an yang beredar di Indonesia sangat bervariasi, baik dari sisi khat (segi penulisan) acuan rasm (rasm ‘arudli dan usmani), ornamen yang menghiasi ayat, baris, dan sebagainya.[3] Pada tahun 1984, lajnah pentashih mushaf Al-qur’an sebagai institusi yang bertanggung jawab atas peredaran Al-Qur’an di Indonesia, memberlakukan mushaf standar yang ditulis menggunakan rasm imla’i. Salah satu spesifikasi rasm imla’i, apa yang tertulis itulah yang terbaca. Berbeda dengan rasm usmani, apa yang tertulis belum tentu terbaca.[4]

 

B. Pembahasan

Ziyadah

Kata al-Ziyadah secara etimologi berakar dari huruf ز ي د yang berarti tambahan, kelebihan. Sedangkan secara terminologi, ulama berbeda pendapat dalam mendefinisikan al-Ziyadah yang satu sama lain saling berkaitan, meskipun ada perbedaan yang signifikan. Perbedaan itu disebabkan tujuan mereka menggunakan al-Ziyadah. Di antara ulama tersebut adalah:[5]

1.             Ulama Nahwu mengatakan bahwa al-Ziyadah adalah lafaz yang tidak memiliki posisi dalam i’rab. Artinya al-Ziyadah bagi mereka bukan terletak pada makna, akan tetapi terletak pada lafaz-lafaz tersebut. Begitupun yang dimaksud oleh ulama tashrif.

2.             Ulama Bahasa berpendapat bahwa al-Ziyadah adalah penambahan huruf atau lafaz yang tidak mempunyai arti dan faedah sama sekali, hanya sebagai penghias kata.

3.             Ulama Tafsir cenderung berpendapat sama dengan ulama nahwu, terlebih lagi bahwa al-Ziyadah tidak mungkin terjadi dalam al-Quran jika yang dimaksud al-Ziyadah adalah penambahan huruf atau lafaz yang tidak berfaedah atau sia-sia. Hanya ulama tafsir memperingatkan agar waspada menggunakan istilah al-Ziyadah karena dapat menimbulkan kesalahpahaman dan kebimbangan dalam masyarakat awam.

 

Berdasarkan penjelasan tersebut, yang dimaksud dengan al-Ziyadah adalah penambahan huruf atau lafaz yang mempunyai tujuan dan faedah tertentu yang tidak didapatkan ketika lafaz tersebut dibuang. Namun jika lafaz tersebut dibuang, maka makna dasarnya tidak rusak atau berubah.[6]

 

Ziadah Waw

Para ulama perawi rasm usmani empat kalimat berikut ada ziyadah waw:, contoh: (اولي ) ( الوا ) (اولت ) (اولاء )

ألءك على هدى من ربهم

أولو الأرحام لهم علينا حقوق

عمرو بن العاص فاتح مصر

 

C. Kesimpulan

            Rasm adalah ilmu yang mempelajari kaidah-kaidah menulis Arab secara umum menurut aturan yang resmi.

            Kata al-Ziyadah secara etimologi berarti tambahan atau kelebihan. Sedangkan secara terminologi, ulama berbeda pendapat dalam mendefinisikan al-Ziyadah yang satu sama lain saling berkaitan, meskipun ada perbedaan.


 

Daftar Puastaka

 

Rawandhy Ibnu N. Hula, M.A., Qawaid al-Imla’ wa al-Khat,

 

Mauizdati Nida, “Pembelajaran Al-Qur’an dengan Rasm Madinah dalam Rasm Indonesia pada Anak Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah”, Tesis, (Malang, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Program Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang)



[1] Dr. Ibnu Rawandhy N. Hula, M.A. Qawaid al-Imla’ wa al-Khat, h. 195

[2] Nida Mauizdati, “Pembelajaran Al-Qur’an dengan Rasm Madinah dalam Rasm Indonesia pada Anak Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah”, Tesis, (Malang, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Program Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, 2019), h. 21

[3] Ibid, h. 24

[4] Ibid, h. 26

[5] Dr. Ibnu Rawandhy N. Hula, M.A. Qawaid al-Imla’ wa al-Khat, h. 70

[6] Ibid

Komentar